Arc App Kit: Panduan Praktis Membangun Aplikasi Blockchain dan Pembayaran Multichain
Arc App Kit merupakan toolkit pengembangan dari Circle yang menyederhanakan integrasi pengiriman aset, bridge lintas blockchain, swap token, dan Unified Balance ke dalam aplikasi. Sumber : https://community.arc.io/home/blogs/app-kit-faqs-2026-07-07
Mengenal Arc App Kit
Membangun aplikasi blockchain biasanya membutuhkan integrasi berbeda untuk setiap jaringan, wallet, bridge, dan penyedia likuiditas. Arc App Kit hadir untuk menyederhanakan proses tersebut dengan menyediakan beberapa kemampuan utama dalam satu toolkit, yaitu Send, Bridge, Swap, dan Unified Balance.
App Kit dapat digunakan pada aplikasi berbasis browser maupun backend server. Namun, dukungan setiap fitur berbeda. Send, Bridge, dan Unified Balance dapat dijalankan melalui browser atau server, sedangkan Swap saat ini masih harus dijalankan dari sisi server. Dukungan Swap langsung dari browser masih dalam tahap pengembangan.
Dukungan Browser Wallet dan Server Wallet
Untuk aplikasi berbasis browser, developer dapat menggunakan wallet yang mendukung standar EIP-1193 seperti MetaMask dan Trust Wallet. Wallet Solana seperti Phantom juga dapat digunakan melalui adapter yang sesuai.
Browser wallet saat ini dapat digunakan untuk:
Mengirim token melalui Send Memindahkan USDC melalui Bridge Melakukan deposit dan pembayaran menggunakan Unified Balance
Sementara itu, aplikasi backend dapat menggunakan private key, Circle Developer-Controlled Wallets, atau Turnkey. Circle Wallets Adapter membutuhkan Circle API Key dan Entity Secret yang harus disimpan secara aman di server dan tidak boleh dimasukkan ke dalam kode frontend.
App Kit juga tidak terbatas pada Arc. Toolkit ini mendukung berbagai blockchain seperti Ethereum, Base, Arbitrum, Avalanche, Polygon, OP Mainnet, Linea, Solana, dan jaringan lainnya. Namun, jumlah blockchain yang tersedia dapat berbeda untuk setiap fitur. Send dan Bridge memiliki cakupan jaringan paling luas, sedangkan Swap dan Unified Balance mendukung jaringan yang lebih terbatas.
Untuk penggunaan produksi, developer disarankan menggunakan RPC sendiri dari penyedia seperti Alchemy atau QuickNode. Public RPC bawaan umumnya memiliki batas penggunaan sehingga kurang ideal untuk aplikasi dengan volume transaksi tinggi.
Biaya Penggunaan App Kit
Secara umum, App Kit dapat digunakan secara gratis. Biaya yang muncul berasal dari gas blockchain, penyedia layanan pihak ketiga, atau layanan tambahan yang dipilih oleh developer.
Struktur biayanya antara lain:
Send: Tidak memiliki biaya layanan. Pengguna hanya membayar gas jaringan. Bridge: Tidak memiliki biaya dasar, tetapi layanan seperti Fast Transfer dan Forwarding Service dapat mengenakan biaya. Swap: Memiliki biaya dari penyedia likuiditas yang mengeksekusi pertukaran. Unified Balance: Biaya gas untuk transaksi spend dibayarkan menggunakan saldo USDC.
Developer juga dapat menambahkan biaya sendiri untuk memonetisasi aplikasi. Dari biaya tambahan tersebut, developer menerima 90 persen, sedangkan Circle mengambil 10 persen. Biaya dapat ditentukan untuk setiap transaksi atau ditetapkan sebagai kebijakan global dalam aplikasi.
Swap Token dengan App Kit
Fitur Swap membutuhkan sebuah Kit Key yang diperoleh melalui Circle Console. Kit Key berfungsi sebagai kredensial otorisasi dan keamanan. Karena bersifat rahasia, Kit Key harus disimpan dalam environment variable di backend dan tidak boleh dikirimkan ke browser.
Sebelum mengeksekusi swap, developer dapat menggunakan fungsi estimasi untuk mengetahui:
Jumlah token yang diperkirakan akan diterima Jumlah minimum setelah mempertimbangkan slippage Rincian biaya transaksi
Developer juga dapat menentukan toleransi slippage. Nilai default-nya adalah 300 basis point atau sekitar 3 persen. Selain menggunakan slippage, developer dapat menentukan batas minimum output secara langsung.
Pada Arc Testnet, pilihan token untuk swap masih terbatas pada USDC, EURC, dan cirBTC karena likuiditas testnet tidak sebesar mainnet. Swap dalam jumlah terlalu besar atau dengan toleransi slippage yang terlalu rendah dapat mengalami kegagalan transaksi. Karena itu, developer disarankan melakukan estimasi terlebih dahulu dan menggunakan jumlah kecil ketika menguji aplikasi.
App Kit juga mendukung swap lintas blockchain. Developer dapat menukar token dari satu blockchain dan menerima hasilnya pada blockchain lain. Untuk transaksi lintas blockchain, alamat penerima pada jaringan tujuan harus ditentukan.
Proses cross-chain swap berlangsung secara asynchronous. Aplikasi perlu memantau status transaksi hingga mencapai kondisi selesai, gagal, atau tidak ditemukan. Sebaliknya, swap pada jaringan yang sama biasanya dapat memberikan hasil akhir langsung setelah transaksi selesai diproses.
Bridge USDC Antar-Blockchain
Fitur Bridge menggunakan Cross-Chain Transfer Protocol atau CCTP untuk memindahkan USDC secara native dari satu blockchain ke blockchain lainnya.
Terdapat dua pilihan kecepatan transfer:
FAST
Mode FAST merupakan pilihan default. Prosesnya lebih cepat, tetapi memiliki biaya CCTP yang diambil dari jumlah USDC yang dikirim.
SLOW
Mode SLOW atau standard transfer tidak mengenakan biaya fast-transfer, tetapi membutuhkan waktu finalisasi yang lebih lama.
Developer dapat menentukan maxFee untuk membatasi biaya mode FAST. Apabila estimasi biaya melebihi batas tersebut, transfer akan dialihkan ke mode SLOW.
Pada Arc Testnet, transaksi bridge dengan nominal terlalu kecil dapat mengalami error karena jumlah transfer tidak lebih besar daripada biaya Fast Transfer. Biaya tersebut disebut berada di kisaran 1,4 USDC pada kondisi yang dijelaskan dalam FAQ. Solusinya adalah mengirim jumlah yang lebih besar atau memilih mode SLOW.
App Kit menyediakan event untuk memantau setiap tahap bridge, mulai dari approval, pembakaran USDC pada jaringan asal, penerimaan attestation, hingga pencetakan USDC pada jaringan tujuan.
Jika bridge gagal di tengah proses, dana tidak otomatis hilang. Developer dapat memeriksa langkah yang gagal dan melanjutkan proses menggunakan mekanisme retry yang disediakan App Kit.
Unified Balance untuk Pembayaran Multichain
Unified Balance memungkinkan pengguna menggabungkan USDC dari beberapa blockchain ke dalam satu saldo yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran pada jaringan yang didukung.
Secara sederhana, prosesnya terdiri dari dua tahap:
Pengguna melakukan deposit USDC dari satu atau beberapa blockchain. Saldo tersebut digunakan untuk melakukan spend pada blockchain tujuan.
Unified Balance mendukung wallet berbasis externally owned account atau EOA, termasuk MetaMask, private key wallet, Circle Wallets, dan Turnkey.
Smart-contract account tidak dapat menandatangani transaksi spend secara langsung. Untuk mengatasinya, developer dapat menggunakan mekanisme delegate. Sebuah wallet EOA ditunjuk untuk melakukan transaksi atas nama smart-contract account tersebut.
Kecepatan saldo muncul setelah deposit bergantung pada finalitas blockchain asal. Deposit dari blockchain cepat seperti Base atau Solana dapat tercatat lebih cepat dibandingkan deposit dari Ethereum. Setelah saldo tercatat, dana dapat langsung digunakan pada jaringan lain yang didukung.
Gas untuk transaksi spend dipotong langsung dari Unified Balance dalam bentuk USDC. Dengan demikian, pengguna tidak perlu memiliki token gas berbeda pada setiap blockchain tujuan. Hal ini dapat menciptakan pengalaman pembayaran yang jauh lebih sederhana bagi pengguna nonteknis.
Untuk mengurangi permintaan tanda tangan berulang, aplikasi dapat melakukan deposit terlebih dahulu atau menggunakan depositFor. Developer juga dapat mendaftarkan delegate sehingga transaksi spend dapat dijalankan tanpa meminta pengguna menandatangani setiap pembayaran.
Setelah delegate ditambahkan, aplikasi harus menunggu statusnya berubah dari pending menjadi ready. Transaksi spend yang dilakukan sebelum delegate selesai diproses akan gagal.
Penarikan Dana dari Unified Balance
Pengguna dapat menarik dana tanpa melakukan spend melalui proses trustless withdrawal. Proses ini terdiri dari dua tahap, yaitu memulai permintaan pengeluaran dana dan mengeksekusi penarikan setelah periode aktivasi selesai.
Pada blockchain EVM, periode aktivasi dapat berlangsung sekitar tujuh hari. Sementara itu, penarikan melalui Solana dapat diproses secara langsung. Mekanisme ini lebih ditujukan sebagai jalur pengamanan atau escape hatch. Untuk pembayaran normal, penggunaan fitur spend tetap menjadi pilihan utama.
Kesimpulan
Arc App Kit memberikan fondasi yang kuat bagi developer yang ingin membangun aplikasi pembayaran, marketplace, wallet agent, layanan remitansi, atau aplikasi multichain.
Dengan satu sistem adapter, developer dapat menghubungkan berbagai jenis wallet dan menjalankan fungsi Send, Bridge, Swap, serta Unified Balance. Walaupun beberapa kemampuan seperti Swap dari browser dan dukungan langsung smart-contract account masih dikembangkan, App Kit sudah menyediakan banyak komponen penting untuk membangun pengalaman blockchain yang lebih sederhana.
Bagi developer, manfaat utama App Kit bukan hanya mengurangi kompleksitas teknis, tetapi juga menyembunyikan kerumitan multichain dari pengguna. Pengguna tidak harus memahami bridge, token gas, atau perpindahan jaringan secara manual. Aplikasi dapat menangani proses tersebut melalui alur yang lebih terpadu, aman, dan mudah digunakan.
