Circle Developer Grants
Arc menjadi fondasi bagi sejumlah penerima Circle Developer Grants yang membangun solusi nyata untuk Afrika dan kawasan Global South. Proyek-proyek tersebut memanfaatkan USDC dan infrastruktur Circle untuk memperbaiki pembayaran lintas negara, remitansi, akses rekening dolar, pertukaran valuta asing, pembayaran merchant, hingga penetapan harga ritel.
Narasi stablecoin sering kali berfokus pada adopsi institusi keuangan besar dan pasar Wall Street. Namun, penggunaan stablecoin yang paling terasa justru mulai berkembang di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap infrastruktur keuangan global.
Sumber : https://www.arc.io/blog/arc-as-a-catalyst-for-circle-grant-recipients-in-africa-and-the-global-south
Di berbagai kota seperti Lagos, Nairobi, Accra, Durban, Port of Spain, dan Famagusta, pekerja lepas, pelaku usaha kecil, merchant, serta institusi lokal masih menghadapi masalah seperti transfer bank yang lambat, biaya konversi tinggi, selisih kurs yang besar, dan sistem pembayaran yang terfragmentasi.
Arc dan infrastruktur Circle hadir sebagai salah satu fondasi yang dapat digunakan developer untuk membangun solusi terhadap persoalan tersebut. Melalui Circle Developer Grant Program, para founder tidak hanya memperoleh pendanaan, tetapi juga dukungan teknis, panduan operasional, dan akses pemasaran untuk mengembangkan aplikasi berbasis USDC.
Mengapa Banyak Builder Berasal dari Afrika dan Global South?
Pada kelompok pertama penerima Circle Developer Grants tahun 2026, hampir separuh tim yang membangun di Arc Testnet memiliki akar di Afrika atau kawasan Global South. Menariknya, Circle tidak menetapkan fokus geografis khusus ketika memilih penerima hibah.
Konsentrasi tersebut muncul karena para builder di wilayah ini menghadapi persoalan nyata yang dapat diselesaikan dengan infrastruktur stablecoin. Beberapa masalah utamanya meliputi pembayaran lintas negara, remitansi, pembiayaan usaha kecil, akses dolar, likuiditas valuta asing, dan pembayaran merchant.
Arc berperan sebagai lapisan settlement yang dirancang untuk stablecoin. Dengan fondasi tersebut, developer dapat membangun sistem keuangan yang lebih terpadu tanpa memaksa pengguna memahami jaringan blockchain, token gas, bridge, atau mekanisme teknis lainnya.
Pertumbuhan komunitas developer Arc di Afrika juga menunjukkan besarnya kebutuhan tersebut. Arc House Nigeria telah memiliki lebih dari 1.000 anggota, sementara lebih dari 100 builder dan anggota komunitas berpartisipasi dalam diskusi regional mengenai adopsi stablecoin. Topik yang paling sering dibahas meliputi remitansi, pembayaran merchant, akses dolar, dan transaksi lintas negara.
Blockradar: Infrastruktur Wallet untuk Fintech
Blockradar membangun layanan Wallet-as-a-Service dan API settlement yang dapat digunakan oleh perusahaan fintech. Infrastruktur ini menangani pembuatan wallet non-kustodial, transaksi tanpa gas, pemeriksaan anti-pencucian uang secara real time, pengelolaan treasury otomatis, orkestrasi pembayaran, dan likuiditas multichain.
Membangun seluruh sistem tersebut secara mandiri membutuhkan biaya, pengalaman keamanan, serta kepatuhan yang tinggi. Blockradar menyederhanakan proses itu sehingga perusahaan fintech dapat lebih fokus membangun produk untuk pengguna.
Dalam 12 bulan pertama operasional produksinya, Blockradar dilaporkan telah memproses lebih dari US$600 juta volume pembayaran melalui sekitar 150.000 wallet dan 700.000 transaksi untuk perusahaan fintech di Afrika serta Amerika Latin. Platform ini juga mengintegrasikan USDC, EURC, dan Circle Gateway.
Hurupay atau Kolan: Membuka Akses Rekening Dolar
Permintaan terhadap rekening dolar di luar Amerika Serikat sangat besar, tetapi infrastruktur yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut masih terbatas.
Hurupay, yang akan bertransformasi menjadi Kolan, membangun platform keuangan berbasis stablecoin yang memberikan rekening USD dengan routing number atas nama pengguna. Ketika pembayaran dari Upwork, Deel, Gusto, PayPal, bank Amerika, atau platform lain masuk, dana dapat dikonversi menjadi USDC dan dikreditkan ke wallet pengguna.
Pengguna kemudian dapat menyimpan dana dalam nilai stabil, menariknya ke mata uang lokal, membelanjakannya menggunakan kartu virtual, atau memanfaatkan layanan keuangan lain. Untuk bisnis, platform ini juga mendukung pembayaran gaji massal kepada tim global.
Hurupay dilaporkan telah melayani sekitar 50.000 pengguna aktif di lebih dari 50 negara, termasuk Nigeria, Ghana, Afrika Selatan, Indonesia, Filipina, Argentina, dan Brasil. Dalam 15 bulan pertamanya, platform tersebut memproses lebih dari US$100 juta.
Myaza: Jaringan Pembayaran Pan-Afrika
Mengirim uang antarnegara di Afrika masih rumit karena bank tidak selalu saling terhubung, kurs dapat berubah dengan cepat, dan aturan kepatuhan berbeda di setiap negara.
Akibatnya, usaha kecil, freelancer, dan operator platform sering menggunakan banyak wallet, agen tunai, atau jalur pembayaran alternatif yang menambah biaya serta risiko.
Myaza membangun jaringan pembayaran pan-Afrika yang menyatukan kompleksitas tersebut dalam satu sistem. Aplikasinya mendukung wallet multikurs dan transfer instan dalam 21 mata uang Afrika menggunakan settlement lintas negara berbasis USDC dan EURC.
Selain transfer, pengguna juga memperoleh akses ke kartu virtual USD, pembayaran tagihan, dan rekening tabungan. Myaza dilaporkan memiliki lebih dari 25.000 pengguna terdaftar, pertumbuhan bulanan sekitar 23 persen, dan volume transaksi keseluruhan sekitar US$15 juta.
DAPL dari Arrel Technology: Checkout USDC untuk Merchant
Arrel Technology mencoba membuat penerimaan pembayaran USDC semudah penggunaan layanan pembayaran modern seperti Stripe.
Produk USDC Omni-Checkout & Treasury Router memungkinkan merchant menerima USDC atau EURC dari blockchain yang didukung CCTP melalui payment link atau tombol checkout. Merchant tidak harus membangun integrasi teknis sendiri.
Dana kemudian dipindahkan ke wallet treasury merchant melalui mekanisme burn-and-mint CCTP. Sistem juga menyediakan pemeriksaan Know Your Transaction secara real time.
Merchant dapat melakukan penarikan ke mata uang lokal melalui akun exchange milik mereka, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap perantara OTC yang mahal. Layanan tersebut dilaporkan memproses sekitar US$180 juta volume pembayaran tahunan dengan pertumbuhan tahunan sebesar 128 persen.
Payrit: Pembayaran Lintas Negara di Balik Antarmuka Mata Uang Lokal
Payrit membangun mobile wallet untuk pembayaran lintas negara yang menggunakan USDC pada sisi backend. Pengguna tetap berinteraksi menggunakan mata uang lokal tanpa harus memahami stablecoin atau blockchain.
Di belakang layar, Payrit mengelola konversi USDC, mengakses likuiditas kripto global, dan menggabungkan order book dari beberapa jaringan dalam satu transaksi. Hasilnya adalah settlement yang mendekati instan dengan kurs pasar langsung.
Model ini mengurangi kebutuhan perusahaan untuk menyimpan cadangan likuiditas dalam banyak mata uang sekaligus. Payrit telah memproses lebih dari 36.000 transaksi dengan total volume lebih dari US$1,9 juta dan mendukung pengguna Nigeria yang mengirim atau menerima dana dari Inggris, Kanada, serta berbagai negara Afrika.
ViFi Labs: Infrastruktur FX dengan Slippage Rendah
Pasar valuta asing global bernilai triliunan dolar setiap hari, tetapi representasi mata uang emerging market di sistem onchain masih sangat terbatas.
Sebagian besar protokol DeFi tidak dirancang secara khusus untuk perdagangan valuta asing. Akibatnya, pertukaran stablecoin mata uang lokal dapat mengalami likuiditas terfragmentasi dan slippage tinggi.
ViFi Labs membangun protokol FX terdesentralisasi yang dioptimalkan untuk pertukaran stablecoin dengan nilai yang saling berkorelasi. Arsitektur automated market maker-nya ditujukan untuk memberikan slippage mendekati nol pada pasangan mata uang seperti naira Nigeria, real Brasil, dan peso Kolombia.
ViFi telah diterapkan di Arc Testnet dan sedang mempersiapkan peluncuran mainnet. Dalam desainnya, Arc berperan sebagai pusat likuiditas dan eksekusi FX, sedangkan Circle Gateway menangani perpindahan USDC lintas blockchain.
SFx Money: Neobank Berbasis Stablecoin
SFx Money awalnya dibangun untuk diaspora di Turki dan mahasiswa Afrika yang membutuhkan cara lebih murah untuk mengirim uang ke negara asal.
Platform ini kemudian berkembang menjadi neobank digital yang memungkinkan pengguna mengirim, menerima, dan menyimpan USD menggunakan USDC. SFx mendukung transfer antara Turki, lebih dari 16 negara Afrika, Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa.
Pertumbuhan pengguna SFx meningkat dari sekitar 300 pengguna pada Desember 2024 menjadi lebih dari 8.800 pengguna pada Juli 2026. Platform tersebut juga telah mengintegrasikan CCTP v2 serta meluncurkan kartu dan produk rekening multikurs.
Flezpay: Harga Dinamis untuk Merchant Afrika
Flezpay menyelesaikan masalah yang sering dialami merchant di negara dengan mata uang lokal yang tidak stabil.
Ketika inflasi atau kurs berubah cepat, harga pada label produk dapat menjadi tidak relevan. Merchant bisa kehilangan margin, sementara pelanggan menghadapi ketidakjelasan harga.
Flezpay menggunakan smart QR code berbasis AI untuk memperbarui harga produk secara real time. Merchant dapat memasukkan produk dan menghasilkan QR code. Pelanggan kemudian memindainya untuk melihat harga terbaru dan membayar menggunakan mata uang lokal atau USDC.
Pembayaran diproses melalui Circle Wallets dengan alamat wallet khusus untuk setiap deposit. Dana kemudian secara otomatis dikonsolidasikan ke saldo fiat merchant.
Flezpay dilaporkan telah digunakan oleh 1.613 toko ritel dan menghasilkan lebih dari US$31.000 pendapatan berulang bulanan.
USDC sebagai Infrastruktur yang Tidak Terlihat
Salah satu pola penting dari seluruh proyek ini adalah bahwa pengguna tidak selalu perlu mengetahui bahwa mereka sedang menggunakan blockchain.
USDC berfungsi sebagai jalur penyelesaian transaksi di belakang layar. Pengguna hanya melihat hasilnya: pembayaran tiba lebih cepat, transfer lebih murah, dan kehilangan nilai akibat selisih kurs dapat dikurangi.
Model tersebut penting untuk adopsi massal. Produk keuangan berbasis blockchain tidak harus menonjolkan istilah teknis seperti wallet, chain, gas, bridge, atau smart contract. Teknologi tersebut dapat disembunyikan di dalam sistem agar pengalaman pengguna menyerupai aplikasi finansial biasa.
Ekosistem yang Saling Melengkapi
Para penerima hibah ini tidak selalu menjadi pesaing langsung. Banyak proyek justru membangun bagian berbeda dari infrastruktur yang sama.
Blockradar dan Arrel Technology membangun sistem wallet dan pembayaran yang dapat digunakan aplikasi lain. Hurupay, Myaza, Payrit, dan SFx Money mengembangkan produk keuangan untuk pengguna. ViFi menyediakan likuiditas dan pertukaran FX, sedangkan Flezpay membangun solusi langsung untuk merchant ritel.
Arc menjadi lapisan eksekusi yang menghubungkan komponen-komponen tersebut. Setiap proyek menambahkan bagian baru pada ekosistem, mulai dari wallet, FX, checkout merchant, remitansi, hingga point-of-sale.
Solusi Terbaik Dibangun oleh Orang yang Mengalami Masalahnya
Hal penting lainnya adalah latar belakang para founder. Mereka bukan pihak luar yang hanya melihat emerging market sebagai peluang bisnis.
Sebagian besar builder berasal dari komunitas dan wilayah yang menghadapi langsung persoalan transfer internasional, inflasi, keterbatasan akses dolar, ketidakpastian kurs, serta sistem pembayaran yang tidak saling terhubung.
Pengetahuan lokal tersebut membantu mereka memahami bukan hanya masalah teknis, tetapi juga perilaku pengguna, regulasi, pola bisnis, dan kondisi operasional di setiap wilayah.
Kesimpulan
Arc dan Circle Developer Grants menunjukkan bahwa stablecoin dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan keuangan yang sangat praktis di Afrika dan Global South.
Blockradar menyederhanakan infrastruktur wallet untuk fintech. Hurupay membuka akses rekening dolar. Myaza membangun transfer pan-Afrika. Arrel Technology menyediakan checkout USDC untuk merchant. Payrit menyederhanakan pembayaran lintas negara. ViFi membangun pasar FX onchain, SFx mengembangkan neobank stablecoin, dan Flezpay membantu merchant menghadapi perubahan harga serta kurs.
Kesamaan dari seluruh proyek tersebut adalah penggunaan USDC sebagai settlement infrastructure dan Arc sebagai lapisan eksekusi. Blockchain bekerja di belakang layar, sementara pengguna memperoleh manfaat langsung berupa pembayaran lebih cepat, biaya lebih rendah, akses keuangan lebih luas, dan pengalaman yang lebih sederhana.
Circle Developer Grant Program masih terus berkembang dengan perhatian yang semakin besar terhadap proyek Arc-native dan aplikasi yang menghubungkan infrastruktur USDC dengan kebutuhan keuangan dunia nyata.


